Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2018

Angina Plaut Vincent

DEFINISI Angina plaut vincent merupakan penyakit akut atau kronik pada membran mukosa mulut yang dapat menular, dan bermanifestasi pada tenggorokan, bronkus, mata dan genitalia. Penyakit ini mempunyai karakteristik klinis yaitu onset yang kronik atau sedikit lambat, lesi lokal, nyeri pada kasus yang akut dan tanpa nyeri atau nyeri minimal bila telah terjadi ulkus, limfadenopati pada daerah yang terkait, nafas yang berat / offensive, mempengaruhi proses menelan terutama jika lesi terletak pada mulut atau tenggorokan. Pemeriksaan patologisnya menunjukkan adanya pseudomembran atau ulkus yang sudah pecah, dengan dasar perdarahan berwarna merah, dan dapat ditemukan adanya bakteri B. fusiformis dan Spirochæta vincenti. 

Demam Tifoid

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit endemic yang melanda negara berkembang seperti Indonesia. Kematian dapat terjadi 6% dari pasien yang dirawat inap di rumah sakit. Pada beberapa dekade terakhir demam tifoid sudah jarang terjadi di negara-negara industri, namun tetap menjadi masalah kesehatan yang serius di sebagian wilayah dunia, seperti bekas negara Uni Soviet, anak benua India, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Afrika. Menurut WHO, diperkirakan terjadi 16 juta kasus per tahun dan 600 ribu diantaranya berakhir dengan kematian. Sekitar 70 % dari seluruh kasus kematian itu menimpa penderita demam tifoid di Asia.

Kortikosteroid dan efek sampingnya

DEFINISI Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang dihasilkan di bagian korteks kelenjar adrenal sebagai tanggapan atas hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis, atau atas angiotensin II. Hormon ini berperan pada banyak sistem fisiologis pada tubuh, misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem kekebalan tubuh, dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan protein, kadar elektrolit darah, serta tingkah laku.

Purpura

Purpura merupakan kondisi adanya bercak merah atau keunguan pada kulit yang tidak pucat saat diberikan tekanan dengan menggunakan jari. Bercak-bercak tersebut disebabkan oleh pendarahan di bawah kulit yang biasanya bersifat sekunder oleh karena vaskulitis atau defisiensi vitamin C. Istilah purpura dibedakan dengan petechiae dan ekimosis dalam hal ukuran. Purpura biasanya berukuran 0,3-1 cm (3-10 mm), sedangkan petechiae berukuran kurang dari 3 mm, dan ekimosis lebih besar dari 1 cm. Berikut beberapa diagnosis banding penyakit dengan gejala adanya purpura.

Epilepsi

DEFINISI Epilepsi merupakan gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Bangkitan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak yang bersifat mendadak dan sepintas, yang berasal dari sekolompok besar sel-sel otak, bersifat singkron dan berirama. Bangkitnya epilepsi terjadi apabila proses eksitasi didalam otak lebih dominan dari pada proses inhibisi. Perubahan-perubahan di dalam eksitasi aferen, disinhibisi, pergeseran konsentrasi ion ekstraselular, voltage-gated ion-channel opening, dan menguatkan sinkroni neuron sangat penting artinya dalam hal inisiasi dan perambatan aktivitas bangkitan epileptik. Aktivitas neuron diatur oleh konsentrasi ion didalam ruang ekstraselular dan intraselular, dan oleh gerakan keluar masuk ion-ion menerobos membran neuron. 

Kejang Demam

DEFINISI Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi yang disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. Derajat tinggi suhu yang dianggap cukup untuk diagnosa kejang demam adalah 38 derajat celcius atau lebih (Soetomenggolo, 1989; Lumbantobing, 1995). Kejang terjadi akibat loncatan listrik abnormal dari sekelompok neuron otak yang mendadak dan lebih dari biasanya, yang meluas ke neuron sekitarnya atau dari substansia grasia ke substansia alba yang disebabkan oleh demam dari luar otak (Freeman, 1980). 

Kejang Pada Anak

DEFINISI Kejang adalah suatu kondisi dimana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, dapat karena kelainan intrakranial, ekstrakranial, atau metabolik (Nelson, 1994; Wikipedia, 2008). 

Diabetes Mellitus Tipe 2

DEFINISI DM Tipe 2 adalah sekelompok gangguan heterogen yang pada umumnya ditandai dengan terdapatnya berbagai derajat resistensi insulin, gangguan sekresi insulin, dan peningkatan produksi glukosa (Powers, 2001). 

Diabetes Mellitus Tipe 1

DEFINISI DM tipe 1 ditandai dengan destruksi sel Beta-pankreas dengan defisiensi insulin absolut atau insulinopenia (Asdie, 2000). Penyakit ini berkembang sebagai hasil dari efek sinergistik faktor genetik, lingkungan dan imunologis (Powers, 2001). 

Anatomi Payudara

ANATOMI PAYUDARA  Komponen muskulokutis dan lemaknya, mamma menempati bagian antara iga ketiga dan ketujuh serta terbentang lebarnya dari linea parasternalis sampai axillaris anterior atau media. Lazim jaringan payudara akan meluas ke dalam lipatan ruang axilla, yang dinamai axillary tail of spence. Antara fasia superfisialis dan fasia pektoralis profunda terdapat ruang submamaria yang kaya kelenjar limfe. Ligamentum suspensorium dari copper membentuk septa fibrosa yang kuat untuk menyongkong parenkim payudara. Invasi kanker payudara ke ligamnetum itu menimbulkan gambaran retraksi pada papila mamae. Sedangkan peu de orange merupakan akibat sekunder dari obtruksi limfe.