Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ilmu THT

Hubungan Adanya Karies Dentis dengan Sinusitis Maksilaris Kronis

ABSTRAK Sinusitis adalah radang mukosa sinus paranasal. Sesuai dengan anatomi sinus yang terkena, dapat dibagi menjadi sinusitis maksilaris, sinusitis etmoidalis, sinusitis frontalis, dan sinusitis sfenoidalis. Dari semua jenis sinusitis, yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksilaris dan sinusitis ethmoidalis. Pada kasus ini pasien mengeluh keluar cairan hijau kental berbau dari kedua lubang hidung. Pasien juga mengaku gigi geraham atas kiri dan kanan sudah berlubang sebelumnya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan adanya karies dentis dengan sinusitis maksilaris kronis. Keywords: karies dentis, sinusitis, sinusitis maksilaris, sinus paranasal.

Epistaksis Posterior et causa curiga Hipertensi dan Kelainan Kardiovarkuler

ABSTRAK Dilaporkan suatu kasus epistaksis posterior di rsud temanggung pada seorang laki-laki berusia 45 tahun dengan keluhan keluar darah dari hidung yang tidak berhenti sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit, darah mengalir dirasakan sampai keluar dari mulut. Penderita tampak lemah dan kesakitan dengan tekanan darah 140/90 mmhg. Pada pemeriksaan fisik telinga tidak ada kelainan. Cairan darah mengalir dari kedua lubang hidung, mukosa menebal, hiperemi, konka hipertrofi dan nyeri pada palpasi, tidak didapatkan krepitasi. Pada tenggorokan terdapat sekret darah, post nasal drip, lender, dan tonsil tidak membesar. Dari pemeriksaan darah rutin menunjukkan angka dalam batas normal. Rotgen thorax menggambarkan pulmo dalam batas normal dan kardiomegali. CT scan sinus paranasal posisi water’s ditemukan sinusitis maksilaris et etmoidalis, suspect perdarahan atau massa. Penderita ini didiagnosis epistaksis posterior et causa curiga hipertensi dan kelainan kardiovarkuler. Diberikan terapi infu...

Adenotonsilektomi dengan Tekhnik Anestesi Umum

ABSTRAK Adenotonsilektomi adalah tindakan pengangkatan tonsil dan adenoid. Tindakan adenotonsilektomi menggunakan anestesi umum atau general anestesi dalam pelaksanaannya. Anastesi umum yaitu melakukan tindakan anestesi dengan cara menghilangkan nyeri secara sentral, disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. Pada pasien ini dari anamnesa didapatkan nyeri tenggorokan dan nyeri telan kambuhan Sering demam dan terdapat nyeri telinga. Kemudian akan dilakukan adenotonsilektomi dengan anestesi umum. Pasien tidak mempunyai riwayat sesak nafas, riwayat hipertensi dan riwayat perdarahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda tonsilitis kronik, dan secara umum tidak didapatkan kelainan.