Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dunia Kedokteran

Kriteria Diagnosis Anemia Defisiensi Besi (ADB)

Anemia defisiensi besi cukup banyak terjadi pada anak Indonesia. Screening mengenai hal tersebut penting dilakukan, mengingat pentingnya zat besi dalam fungsi hemoglobin menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Salah satunya menghantarkan ke otak yang akan berpengaruh pada kondisi kognitif seseorang. Pada akhirnya apabila hal tersebut diketahui sejak awal akan menjadikan manusia yang cerdas di kemudian hari. Berikut adalah kriteria diagnosis adanya anemia defisiensi besi (ADB) berdasarkan WHO.

Alur Tatalaksana Infeksi Dengue (IDAI, 2019)

Infeksi Dengue pada anak merupakan infeksi dapat mengancam jiwa. Infeksi ini disebabkan virus dengue diperantarai oleh nyamuk aedes aegypti. Diagnosis infeksi dengue saat ini mengikuti anjuran UKK infeksi dan pediatri tropis terbaru di tahun 2019. Untuk pemberian tatalaksana mengikuti kondisi adanya klinis infeksi dengue dan tanda adanya warning sign.

Hasil Pemeriksaan Serologis Infeksi Hepatitis B

Hepatitis B masih merupakan penyakit yang cukup banyak terjadi di Indonesia. Kondisi infeksi akut dan kronis perlu memperhatikan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium. Salah satu penanda yang dapat digunakan dalam mendiagnosis hepatitis B tiap tahapan dalam kronisitas penyakitnya. Beberapa marker yang digunakan dengan pemeriksaan HBsAg, Anti-HBs, IgG dan IgM Anti HBc, HBeAg, dan anti HBe.

Petanda Hepatitis B

Penyakit hepatitis B masih cukup banyak terjadi di Indonesia. Penyebaran penyakit ini masih cukup tinggi, termasuk angka kejadian pada anak masih perlu menjadi perhatian. Selain klinis, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi infeksi hepatitis B yang dialami oleh seseorang, sehingga dapat diketahui status infeksi hepatitis B yang ada pada seseorang. Hal ini dilakukan karena infeksi hepatitis B merupakan suatu penyakit infeksi yang sifatnya dapat menetap dalam tubuh seseorang.

Kriteria Jones Revisi 2015

Kriteria Jones telah lama dikenal dan digunakan dalam mendiagnosis adanya suatu kondisi demam rematik akut. Mungkin penyakit ini belum banyak dikenal oleh masyarakat, namun angka morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkan oleh penyakit ini cukup tinggi, sehingga perlu adanya tindakan diagnosis dan tatalaksana yang tepat dalam penanganan penyakit ini.

Tatalaksana Infeksi Dengue (IDAI, 2019)

Demam dengue merupakan masalah kesehatan di Indonesia yang sudah dikenal sejak lama. Pemberian tatalaksana untuk infeksi dengue hingga saat ini cukup efektif dalam menurunkan angka kematian diakibatkan infeksi dengue ini. Namun, angka kejadian dari infeksi ini masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk semakin menurunkan morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Klasifikasi Diagnosis Infeksi Dengue (IDAI, 2019)

Infeksi dengue merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam kehidupan seorang anak. Virus dengue sering terdapat di daerah beriklim tropis, salah satunya Indonesia. Penatalaksanaan terhadap infeksi dengue yang terjadi sangat bergantung pada pemberian klasifikasi terhadap diagnosis dengue yang dialami.

Paduan OAT dan lama pengobatan TB anak

Paduan penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada anak memiliki perbedaan dengan paduan OAT dewasa. Anak dengan TB klinis, TB kelenjar dan efusi pleura TB mendapat pengobatan fase intensif dengan 2 bulan diberikan HRZ (Isoniazid, Rifampisin dan Pirazinamid). Selanjutnya diberikan paduan OAT di fase lanjutan selama 4 bulan dengan menggunakan HR (Isoniazid dan Rifampisin.

Dosis OAT anak

Obat anti tuberkulosis (OAT) pada anak memiliki jenis obat yang hampir sama dengan untuk dewasa. Hanya saja tidak semua regimen obat dengan mudah dapat diberikan pada anak. Perhatikan pula efek samping pengobatan yang akan timbul apabila mengkonsumsi obat anti tuberkulosis tersebut pada anak.

Rekomendasi Suplementasi Besi untuk Anak (IDAI, 2011)

Prevalens anemia defisiensi besi (ADB) pada anak balita di Indonesia sekitar 40-45%. Angka ini tergolong angka prevalensi yang cukup besar. Oleh karena itu, penting untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi tersebut. Adanya anemia defisiensi besi akan dapat menurunkan kualitas hidup anak. Penting untuk dilakukan pencegahan terjadinya hal tersebut.

Tekhnik mencuci tangan

Mencuci tangan merupakan sebuah tindakan sederhana yang memiliki efek yang luar biasa. Cukup banyak penyakit yang dapat dicegah hanya dengan mencuci tangan. Apalagi kita sebagai orang Indonesia yang hidup di kawasan tropis, lebih rentan untuk mengalami penyakit infeksi yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Cuci tangan adalah salah satu tindakan efektif untuk mencegah terjadinya transmisi penyakit infeksi tersebut.

Derajat Kekerapan Asma Anak

Asma bronkial termasuk salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak. Prinsip terjadinya penyakit ini adalah adanya reaksi hipersensitivitas pada individu yang memiliki dasar penyakit tersebut. Gejala yang muncul biasanya berupa batuk dan sesak nafas disertai mengi. Keluhan ini biasanya cenderung berulang dan terjadi bila terdapat adanya paparan alergen. Alergen bisa berbagai macam dan paling sering adalah dust mite atau debu rumah tangga.

Penilaian VTP Tidak Efektif dengan SRIBTA

Ada kalanya dalam melakukan tindakan resusitasi neonatus kita memerlukan tindakan pemberian ventilasi tekanan positif (VTP) dikarenakan kondisi pernafasan bayi belum adekuat untuk bisa bertahan hidup dalam proses adaptasinya dengan lingkungan ekstrauterine. Pemberian VTP diindikasikan pada kondisi berikut, yaitu pertama terjadinya pernafasan yang megap-megap dari bayi atau apneu. Yang kedua, walau bayi dapat bernafas spontan, namun frekuensi jantung kurang dari 100x/menit. Selanjutnya, yang ketiga, SpO2 yang terukur berada di bawah target SpO2 walaupun sudah diberikan O2 aliran bebas.

Langkah Awal Resusitasi Neonatus dengan HAIKAL

Dalam melakukan tindakan resusitasi neonatus, perlu kita perhatikan kesiapan semua aspek. Mulai dari kesiapan alat, kesiapan penolong, kesiapan ruangan, kesiapan tim, bahkan kesiapan dari keluarga untuk mengantisipasi semua hal yang dapat terjadi pada saat proses persalinan. Neonatus dilahirkan ke dunia butuh proses untuk mengadaptasikan dirinya yang awalnya berada intrauterine untuk menjadi tumbuh dan berkembang secara ekstrauterine. Semua itu butuh kesiapan dari seluruh organ yang ada di dalam tubuhnya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Sistem Imun

Sistem imun yang ada di dalam tubuh terdiri dari 2 jenis, yaitu sistem imun dapatan dan sistem imun bawaan. Kedua sistem ini bekerja selaras satu sama lainnya. Tiap-tiap jenis sistem imun tersebut memiliki fungsinya masing-masing sehingga dapat bekerja saling memperkuat satu sama lain. Sistem imun dapatan biasanya akan muncul setelah mengenali adanya suatu antigen yang dianggap benda asing oleh tubuh. Sedangkan sistem imun bawaan dapat bersifat diturunkan yang ada di dalam darah, dapat pula merupakan sistem pertahanan tubuh yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta.

Manajemen Status Epileptikus pada Anak (IDAI, 2016)

Status epileptikus merupakan suatu kondisi terjadinya kejang dalam waktu yang berlangsung lama, paling tidak selama lebih dari 30 menit. Kejang tetap berlangsung walaupun sudah diberikan tatalaksana antikejang secara adekuat. Adekuat yang dimaksud disini ialah tepat cara pemberian dan tepat dosis yang diberikan. Status epileptikus dapat terjadi oleh karena sebab apapun yang mendasari terjadinya suatu kejang tersebut. Berbagai proses dapat mendasari terjadinya suatu kejang, baik itu proses intrakranial, proses metabolik maupun ekstrakranial. Tatalaksana status epileptikus diberikan saat terjadinya suatu kejang yang berlangsung lama, dan untuk mencegah terjadinya kejang yang berulang, tetap perlu dilakukan tatalaksana terhadap proses yang mendasari kejang tersebut.

Derajat Ikterik menurut Kramer

Ikterik merupakan kondisi warna kekuningan yang biasa muncul di kulit bayi yang baru lahir. Ikterik dapat merupakan kondisi yang fisiologis dan juga patologis. Ikterik dikatakan fisiologis apabila terlihat saat usia bayi memasuki 3 hari hingga usia 14 hari. Ikterik yang fisiologis biasanya disebabkan kurangnya konsumsi ASI pada bayi lahir dan maturitas hepar yang belum sempurna dalam mengkonjugasi bilirubin. Sehingga, kadar bilirubin yang belum terkonjugasi biasanya akan lebih banyak dari normalnya.

Risiko Alergi pada Anak

Alergi merupakan kondisi hipersentivitas terhadap suatu alergen tertentu. Alergi dapat berbeda pada tiap orang, menyesuaikan kondisi setiap orang yang sensitif dengan paparan tersebut. Manifestasi alergi dapat muncul di setiap bagian tubuh seseorang, mulai dari yang sifatnya lokal bahkan yang bersifat sistemik. Manifestasi alergi juga dapat merupakan suatu manifestasi gejala yang ringan, dapat berupa gatal atau bersin atau lainnya. Namun, manifestasi alergi dapat berbentuk suatu gejala yang berat, seperti syok bahkan hingga berujung kematian. Sehingga perlu diwaspadai terhadap adanya suatu alergi pada seseorang, sehingga dapat mengantisipasi dengan menghindari suatu alergen tertentu yang dapat mencetuskan terjadinya alergi.

Angina Plaut Vincent

DEFINISI Angina plaut vincent merupakan penyakit akut atau kronik pada membran mukosa mulut yang dapat menular, dan bermanifestasi pada tenggorokan, bronkus, mata dan genitalia. Penyakit ini mempunyai karakteristik klinis yaitu onset yang kronik atau sedikit lambat, lesi lokal, nyeri pada kasus yang akut dan tanpa nyeri atau nyeri minimal bila telah terjadi ulkus, limfadenopati pada daerah yang terkait, nafas yang berat / offensive, mempengaruhi proses menelan terutama jika lesi terletak pada mulut atau tenggorokan. Pemeriksaan patologisnya menunjukkan adanya pseudomembran atau ulkus yang sudah pecah, dengan dasar perdarahan berwarna merah, dan dapat ditemukan adanya bakteri B. fusiformis dan Spirochæta vincenti.