rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Pemberian Antibiotik Pada Pasien Meningoensefalitis Dengan Kondisi Somnolen

ABSTRAK
Meningoensefalitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak (brain) dan medula spinalis (spinal cord). Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lain, dan sedikit sekali yang disebabkan oleh obat-obatan. Tujuan penulisan adalah mengetahui penggunaan antibiotik pada penatalaksaan meningoensefalitis. Pada kasus ini seorang perempuan, 35 tahun, datang dengan keadaan tidak sadar semenjak 2 hari SMRS. Dengan riwayat panas, pusing, dan mual. 4 hari SMRS pasien sudah menjalani rawat inap di puskesmas tapi tidak membaik. Hasil darah rutin Angka 1eukosit 14.870/μl,
Keywords: meningoensefalitis, antibiotik, somnolen


HISTORY
Seorang perempuan, 35 tahun, datang dengan keadaan tidak sadar semenjak 2 hari SMRS. Dengan riwayat panas, pusing, dan mual. 4 hari SMRS pasien sudah menjalani rawat inap di puskesmas tapi tidak membaik. Keadaan pasien masuk puskesmas masih sadar, namun 2 hari kemudian pasien menjadi gelisah dan tak sadar. Tidak ada kejang.Riwayat sakit gigi tidak diketahui, riwayat penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan tidak diketahui, riwayat trauma kepala disangkal, riwayat penyakit paru disangkal, riwayat kejang disangkal, riwayat operasi di daerah kepala disangkal, riwayat mondok dengan keluhan serupa disangkal, ada Riwayat panas sebelumnya, ada riwayat nyeri kepala yang kambuh-kambuhan. Kesadaran somnolen. Kuantitatif GCS (E3 V3 M4). Vital sign didapatkan nadi 128 X/menit, tekanan darah 142/100 mmHg, respirasi 30 X/menit reguler, suhu 40oC, dengan status gizi cukup. Pemeriksaan meningeal sign didapatkan adanya kaku kuduk dan kernig sign. sensibilitas menurun, refleks fisiologis menurun, dan tonus menurun. Pemeriksaan laboratorium AL 14.870/μl, Hb 13.0 g%, GDS 182 mg/dl. Hasil CT Scan tanpa kontras, kesan tampak adanya oedem cerebri, hidrocephalus, dan iskemik pada substansia Alba.

DIAGNOSA
Meningoensefalitis

TERAPI
Pemberian antibitotik cefotaksim dan Kloramfenikol. Serta untuk mengurangi gejala berupa Paracetamol, Diazepam, dan Vitamin.

DISKUSI
Diagnosis meningoensefalitis pada pasien dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik serta penunjang yang dilakukan pada pasien. pada pasien didapatkan keluhan demam yang berlangsung selama 5 hari, merupakan salah satu keluhan atau gejala pada meningitis, selain demam juga didapatkan adanya keluhan mual tapi tidak sampai muntah ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan intrakranial pada pasien: Agen penyebab → reaksi local pada meninges → inflamasi meninges → pe ↑ permiabilitas kapiler → kebocoran cairan dari intravaskuler ke interstisial → pe ↑ volume cairan interstisial → edema → Postulat Kellie Monroe, kompensasi tidak adekuat → pe ↑ TIKà menurunkan kesadaran.
Pada pemeriksaan Kernigs sign (+) dan Brudzinsky sign (+) menandakan bahwa infeksi atau iritasi sudah mencapai ke medulla spinalis bagian bawah. Hasil pemeriksaan dan laboratorium yang menunjukkan adanya leukositosis menunjang terjadinya demam pada pasien, hasil pemeriksaan fisik juga menunjukkan adanya infeksi pada meningen yang belum mencapai medulla spinalis, oleh karena itu gejala yang didapat pada pasien ditunjang dengan pemeriksaan fisik dan penunjang maka sesuai dengan diagnosis meningitis. untuk mengetahui penyebab pastinya dibutuhkan adanya kultur.

KESIMPULAN
Dari Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang menuju kearah meningoencephalitis. Sehingga diperlukan pemberian antibiotik yang adekuat untuk mengatasi gejala yang dirasakan.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Balentine, J. Encephalitis and Meningitis. 2010. Available in : www.emedicine.com
2.       Tunkel, A. Practice Guidelines for the Management of Bacterial Meningitis. Clinical Infectious Disease. Infectious Disease Society of America. Phyladelpia. 2004.
3.      Razonable, R. Meningitis Overview. Mayo Clinic College of Medicine. 2009. available in : www.medscapeemedicine.com/meningitis.
4.      Schossberg, D. Infections of the Nervous System. Springer Verlag. Philladelphia, Pennsylvania. 2006.
5.      Tsumoto, S. Guide to Meningoencephalitis Diagnosis. JSAI KKD Chalenge 2001.
6.      Anonyme. Meningitis. 2010. Available in : www.wikipedia.com

0 comments:

Post a Comment