rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Prinsip-prinsip Kedokteran Keluarga

Prinsip-prinsip Kedokteran Keluarga :
a.       Komprehensif dan holistik
Kedokteran keluarga dalam menangani pasien dilakukan pada semua kelompok usia dengan cara memberikan pendekatan dan pelayanan secara keseluruhan meliputi permasalahan fisik, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual pasien. Hal-hal yang dilakukan meliputi promosi kesehatan, pencegahan, kuratif, rehabilitasi, dan terapi paliatif.

b.      Kontinu/berkelanjutan
Pelayanan kedokteran keluarga memberikan pelayanan yang berkelanjutan bagi pasien. Dengan prinsip ini, dapat memelihara hubungan kepercayaan jangka panjang antara dokter dan pasien, sehingga memperbaiki ketaatan pasien terhadap pengobatannya. Keberhasilan suatu pelayanan yang berkelanjutan akan mengakibatkan keberhasilan dalam menilai resiko penyakit, skrining keadaan sakitnya, dan promosi kesehatan untuk mencegah penyakit dan kecacatan. Selain itu, pelayanan masalah medis kronis membutuhkan pengawasan teratur dan pelayanan komplikasi.
c.       Mengutamakan pencegahan
Pencegahan dalam permasalahan medis meliputi pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Dalam pencegahan primer, dilakukan upaya-upaya promosi kesehatan bagi masyarakat. Pencegahan sekunder dimaksudkan sebagai langkah screening/deteksi dini bagi masyarakat dan pengobatan yang tepat bagi penderita. Sedangkan pencegahan tersier meliputi upaya rehabilitasi dan mencegah terjadinya kecacatan bagi pasien.
d.      Koordinatif dan kolaboratif
Pelayanan koordinasi berarti kemampuan dari dokter keluarga untuk merujuk pasien pada waktu yang tepat ke spesialis atau profesional kesehatan lainnya. Sedangkan pelayanan kolaboratif berarti kemampuan dokter keluarga untuk bekerja sama dengan suatu tim medis, pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial lainnya. Serta mampu berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam tim pelayanan multidisiplin dan multifungsi.
e.       Personal sebagai bagian integral dari keluarganya
Pelayanan yang diberikan dapat bersifat sebuah hubungan yang erat antara dokter dan pasien melalui pendekatan yang manusiawi, hubungan dokter pasien yang baik, dan keterampilan komunikasi yang efektif. Pasien dalam hal ini boleh berkonsultasi dengan dokter keluarga tidak hanya pada saat pasien sakit, tapi juga pada saat pasien sehat dimana dokter keluarga berperan sebagai teman/penasehat. Dokter tidak hanya mengobati pasien, tapi perduli kepada pasien tersebut. Memahami pasien sebagai manusia, menghormati  mereka sebagai individu, dan menunjukan empati terhadap kegelisahaan pasien.
f.       Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
Adanya hubungan yang baik penting untuk membantu pasien dalam meningkatkan status kesehatannya. Menggali  pengalaman penyakit dan keadaan sakitnya. Empat dimensi pengalaman dalam keadaan sakit pasien meliputi ide, perasaan, afek pada fungsi dan harapan. Keluarga sebagai unit pelayanan dan masalah kesehatan pasien harus dilihat dalam konteks keadaan sekitar keluarga. Selain itu, masalah kesehatan pasien juga harus dipandang dari konteks kehidupan pasien sebagai komunitas lokal pasien.
g.      Menjunjung tinggi etika, moral dan hukum
h.      Sadar biaya dan sadar mutu
Dokter keluarga merupakan dokter yang tidak hanya menyediakan pelayanan medis manusiawi dan personal, tapi  juga lebih ekonomis dibandingkan dokter lainnya. Sedangkan dalam hal kualitas, pelayanan yang diberikan oleh dokter keluarga memiliki kualitas yang lebih baik dari pada dokter lainnya. Karena dokter keluarga mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya mengobati tetapi juga memberikan konseling dan edukasi kepada pasien.
i.        Dapat diaudit dan dipertangungjawabkan

0 comments:

Post a Comment