Skip to main content

Posts

Manajemen Status Epileptikus pada Anak (IDAI, 2016)

Status epileptikus merupakan suatu kondisi terjadinya kejang dalam waktu yang berlangsung lama, paling tidak selama lebih dari 30 menit. Kejang tetap berlangsung walaupun sudah diberikan tatalaksana antikejang secara adekuat. Adekuat yang dimaksud disini ialah tepat cara pemberian dan tepat dosis yang diberikan. Status epileptikus dapat terjadi oleh karena sebab apapun yang mendasari terjadinya suatu kejang tersebut. Berbagai proses dapat mendasari terjadinya suatu kejang, baik itu proses intrakranial, proses metabolik maupun ekstrakranial. Tatalaksana status epileptikus diberikan saat terjadinya suatu kejang yang berlangsung lama, dan untuk mencegah terjadinya kejang yang berulang, tetap perlu dilakukan tatalaksana terhadap proses yang mendasari kejang tersebut.

Derajat Ikterik menurut Kramer

Ikterik merupakan kondisi warna kekuningan yang biasa muncul di kulit bayi yang baru lahir. Ikterik dapat merupakan kondisi yang fisiologis dan juga patologis. Ikterik dikatakan fisiologis apabila terlihat saat usia bayi memasuki 3 hari hingga usia 14 hari. Ikterik yang fisiologis biasanya disebabkan kurangnya konsumsi ASI pada bayi lahir dan maturitas hepar yang belum sempurna dalam mengkonjugasi bilirubin. Sehingga, kadar bilirubin yang belum terkonjugasi biasanya akan lebih banyak dari normalnya.

Risiko Alergi pada Anak

Alergi merupakan kondisi hipersentivitas terhadap suatu alergen tertentu. Alergi dapat berbeda pada tiap orang, menyesuaikan kondisi setiap orang yang sensitif dengan paparan tersebut. Manifestasi alergi dapat muncul di setiap bagian tubuh seseorang, mulai dari yang sifatnya lokal bahkan yang bersifat sistemik. Manifestasi alergi juga dapat merupakan suatu manifestasi gejala yang ringan, dapat berupa gatal atau bersin atau lainnya. Namun, manifestasi alergi dapat berbentuk suatu gejala yang berat, seperti syok bahkan hingga berujung kematian. Sehingga perlu diwaspadai terhadap adanya suatu alergi pada seseorang, sehingga dapat mengantisipasi dengan menghindari suatu alergen tertentu yang dapat mencetuskan terjadinya alergi.

Screen Time untuk Anak

Screen Time atau yang lebih mudah dipahami adalah waktu yang dihabiskan untuk ada di depan layar kaca. Ini merupakan suatu fase penting di dalam kehidupan seseorang. Apalagi mengingat jaman sekarang layar kaca baik dalam bentuk mini hingga bentuk yang super besar mudah ditemui dimanapun. Pentingnya untuk kita memahami betapa pentingnya untuk menjaga putra putri untuk masa depannya. Ya, tekhnologi memang sudah sangat canggih, sehingga mudah sekali bagi setiap orang untuk membuat yang jauh menjadi sangat dekat. Cukup dengan menekan beberapa tombol untuk bisa melihat orang lain yang jaraknya ratusan hingga ribuan kilometer menjadi seolah hanya beberapa centimeter di depannya.

Angina Plaut Vincent

DEFINISI Angina plaut vincent merupakan penyakit akut atau kronik pada membran mukosa mulut yang dapat menular, dan bermanifestasi pada tenggorokan, bronkus, mata dan genitalia. Penyakit ini mempunyai karakteristik klinis yaitu onset yang kronik atau sedikit lambat, lesi lokal, nyeri pada kasus yang akut dan tanpa nyeri atau nyeri minimal bila telah terjadi ulkus, limfadenopati pada daerah yang terkait, nafas yang berat / offensive, mempengaruhi proses menelan terutama jika lesi terletak pada mulut atau tenggorokan. Pemeriksaan patologisnya menunjukkan adanya pseudomembran atau ulkus yang sudah pecah, dengan dasar perdarahan berwarna merah, dan dapat ditemukan adanya bakteri B. fusiformis dan Spirochæta vincenti. 

Demam Tifoid

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit endemic yang melanda negara berkembang seperti Indonesia. Kematian dapat terjadi 6% dari pasien yang dirawat inap di rumah sakit. Pada beberapa dekade terakhir demam tifoid sudah jarang terjadi di negara-negara industri, namun tetap menjadi masalah kesehatan yang serius di sebagian wilayah dunia, seperti bekas negara Uni Soviet, anak benua India, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Afrika. Menurut WHO, diperkirakan terjadi 16 juta kasus per tahun dan 600 ribu diantaranya berakhir dengan kematian. Sekitar 70 % dari seluruh kasus kematian itu menimpa penderita demam tifoid di Asia.